by

Arti Masyaallah Tabarakallah & Jawaban yang Perlu Diketahui

Dalam agama islam doa adalah inti ibadah, ruh ibadah. Maka, sangat dianjurkan pada setiap inci kehidupan untuk berdoa. Salah satunya ketika melihat sesuatu yang membuat dia kagum, dianjurkan mendoakan keberkahan. Namun apa sih arti masyaallah tabarakallah? karena doa ini yang umum dipakai di masyarakat untuk mendoakan orang lain dan menghindarkan dari ‘ain.

Jangankan soal kekaguman, masuk WC dan keluar pun ada doanya. Berhubungan badan dengan istri pun ada doanya. Dengan berdoa, artinya kita memahami kalau semua yang terjadi atas kuasa Allah.

Dan tentu saja tanda tawadhu’nya kita sebagai manusia kepada sang pencipta. Nah, ada banyak sekali doa, kali ini kita akan mengulas doa untuk orang yang merasa takjub atau kagum pada sesuatu.

Kenapa kagum harus berdoa? ada sebuah riwayat dari nabi tentang penyakit ‘ain. Penyakit ini timbul disebabkan pandangan mata, pujian.

Apa sih Penyakit ‘ain?

‘Ain adalah penyakit atau gangguan yang disebabkan pandangan mata. Disebutkan oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan:

“Seorang yang memandang, menimbulkan gangguan pada yang dipandangnya” (Fathul Majid Syarah Kitab Tauhid, hal. 69).

Dijelaskan oleh Al Lajnah Ad Daimah:

“‘Ain dari kata ‘aana – ya’iinu yang artinya: terkena sesuatu hal dari mata. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, lalu diikuti oleh respon jiwa yang negatif, lalu jiwa tersebut menggunakan media pandangan mata untuk menyalurkan racunnya kepada yang dipandang tersebut” (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 1/271).

Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).

Penyebab ‘Ain adalah Pandangan Kagum dan Pujian

Hal ini sebagaimana berita dari nabi ‘alaihi shalatu wassalam dalam hadisnya.

“Suatu saat ayahku, Sahl bin Hunaif, mandi di Al Kharrar. Ia membuka jubah yang ia pakai, dan ‘Amir bin Rabi’ah ketika itu melihatnya. Dan Sahl adalah seorang yang putih kulitnya serta indah. Maka ‘Amir bin Rabi’ah pun berkata:

“Aku tidak pernah melihat kulit indah seperti yang kulihat pada hari ini, bahkan mengalahkan kulit wanita gadis”. Maka Sahl pun sakit seketika di tempat itu dan sakitnya semakin bertambah parah. Hal ini pun dikabarkan kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam,

“Sahl sedang sakit dan ia tidak bisa berangkat bersamamu, wahai Rasulullah”.

Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pun menjenguk Sahl, lalu Sahl bercerita kepada Rasulullah tentang apa yang dilakukan ‘Amir bin Rabi’ah.

Maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Mengapa seseorang menyakiti saudaranya? Mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Sesungguhnya penyakit ‘ain itu benar adanya, maka berwudhulah untuknya!”. ‘

Amir bin Rabi’ah lalu berwudhu untuk disiramkan air bekas wudhunya ke Sahl. Maka Sahl pun sembuh dan berangkat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam” (HR. Malik dalam Al-Muwatha’ [2/938] dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah [6/149]).
Dalam hadis lain diterangkan, bahwa ‘ain terjadi karena kekaguman. Dalam hadits ini ‘Amir bin Rabi’ah memandang Sahl bin Hunaif dengan penuh kekaguman, sehingga menyebabkan Sahl terkena ‘ain. Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:

“Orang yang memandang dengan pandangan kagum khawatir bisa menyebabkan ain pada benda yang ia lihat, maka cegahlah keburukan tersebut dengan mengucapkan: Allahumma baarik ‘alaih” (Ath Thibbun Nabawi, 118

Doa Terhindar dari ‘ain

Adapun anjuran berdoa agar terhindar dari ‘ain adalah hadis berikut.

“jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya” (QS. An Nasa-i no. 10872, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

Ada pendapat dari ulama bahwa menjaga orang lain dari ‘ain adalah dengan mendoakan “La quwwaat illa billah” jika melihat sesuatu yang membuatnya kagum. Namun pendapat ini disanggah oleh ulama lain.

Berdasarkan hadis berikut, maka mendoakan orang ketika kagum adalah dengan kalimat keberkahan.

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

“jika salah seorang dari kalian melihat pada diri saudaranya suatu hal yang menakjubkan maka doakanlah keberkahan baginya, karena ‘ain itu benar adanya” (QS. An Nasa-i no. 10872, dishahihkan Al Albani dalam Shahih An Nasa-i).

Maka berdoa ketika melihat sesuatu yang mengagumkan adalah “Barokallahu fiika,” atau semisalnya.

Arti Masyaallah Tabarakallah

Termasuk kalimat Masyaallah Tabarakallahu adalah salah satu anjuran untuk medoakan orang lain, ketika kita merasa kagum. Misal kekayaan teman, kendaraan atau semisalnya.

Sedangkan arti Masyaallah Tabarakallahu secara mudah dalam bahasa Indonesia adalah “Inilah yang dikehendaki Allah maka itulah yang terjadi semoga berkah “

Ucapan ini didukung oleh fatwa seorang ulama di Saudi Arabia. Berikut nukilan fatwa tersebut.

Bolehkah seseorang mengucapkan “masyaAllah tabaarakallah” ketika melihat hal yang membuat ia kagum?

Asy Syaikh Abdurrahim bin Abdillah As Suhaim hafizhahullah menjawab:

Perkataan “masyaAllah tabaarakallah” memiliki landasan dari As Sunnah. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam berkata kepada Amir bin Rabi’ah radhiallahu’anhu“mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan ketika melihat hal menakjubkanmu?” (HR. Ahmad).

Dalam riwayat An Nasa-i dalam Al Kubra menggunakan lafadz: “mengapa engkau tidak mendoakan keberkahan? Karena ‘ain itu benar adanya

Maka ini menunjukkan disyariatkan bagi seseorang ketika melihat hal yang menakjubkan pada dirinya berupa hartanya atau anaknya, hendaknya ia mengatakan: masyaAllah laa haula wa laa quwwata illa billah. Dan jika ia melihat hal yang menakjubkan pada diri orang lain boleh ia mengucapkan: masyaAllah tabaarakallah. Atau boleh juga dengan menyebut lafadz dzikir secara umum, agar hilang penyakit dalam hatinya.

Kesimpulan

Doa ketika terkagum dengan orang, kekayaan dan semisalnya agar terhindari dari ‘ain tidak terbatas pada satu lafadz. Jika dilihat dari hadis nabi mengenai anjuran mendoakan, maka kita bisa memahami anjurannya mendoakan keberkahan.  Bisa dengan Barokallahu fiik, Masyaallah Tabarakallahu, atau semisalnya.

Sekian informasi ini. Semoga bermanfaat untuk kita semua ya. Salam.

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca