by

Hadits tentang Marah dan Fakta yang Jarang Diketahui Muslim

-Tausiyah-69 views

Hadits tentang Marah – Manusia diciptakan Allah dengan semua kesempurnaan sifatnya. Berbeda dengan Malaikat, manusia diberi akal dan juga rasa marah. Marah adalah reaksi mental yang terjadi karena da pemantiknya. Namun nabi justru menjelaskan keutamaan menahan amarah pada hadits tentang marah.

Marah adalah sifat alami, akan tetapi bukan berarti dibiarkan begitu saja. Maka marah ada tempat dan waktunya. Nah, motivasi dari nabi sangat jelas agar kita jangan mudah marah. Kawan Nita, sebagai mahluk yang dominan menggunakan akal, kalian yang bisanya mudah marah.

Sekarang baca hadis berikut, agar paham tentang amarah dan keutamaan menahan marah.

Hadis tentang Marah

Imam Nawawi dalam Hadits Arbain An-Nawawiyah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, seorang lelaki berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Berilah aku wasiat.” Beliau menjawab, “Janganlah engkau marah.” Lelaki itu mengulang-ulang permintaannya, (namun) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (selalu) menjawab, “Janganlah engkau marah.” (HR. Bukhari) [HR. Bukhari, no. 6116]

Marah jika dibiarkan tanpa ada kendali bisa menutupi akal. Maka dalam hadis di atas setidaknya ada dua maksud, pertama jangan marah dalam arti bersabar atas keadaan yang menimpa misanya musibah, atau semisalnya, dan jangan marah dalam arti mengendalikan

Tip Menahan Marah dari Nabi

Marah bisa berakibat mengerikan jika dibiarkan begitu saja. Suami mentalak bahkan membunuh istri karena tidak mengendalikan marahnya.

Tetangga membunuh tetangga karena rasa marah yang tidak dikendalikan.

Banyak kasus rugi karena tidak menahan amarahnya.

Nabi memberikan tip ampuh untuk bisa mengendalikan marah agar tidak sampai mengakibatkan kerusakan. Berikut tip yang bisa kalian coba.

1. Membaca ta’awudz

hadis jangan marah

Ketika marah, setan datang menggoda, ngompori. Nah, meminta perlindungan pada Allah adalah cara terbaik dan ampuh.

Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)

Sulaiman bin Shurod radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Pada suatu hari aku duduk bersama-sama Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam sedang dua orang lelaki sedang saling mengeluarkan kata-kata kotor satu dan lainnya. Salah seorang daripadanya telah merah mukanya dan tegang pula urat lehernya. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Sesungguhnya aku tahu satu perkataan sekiranya dibaca tentu hilang rasa marahnya jika sekiranya ia mau membaca, ‘A’udzubillahi minas-syaitani’ (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan), niscaya hilang kemarahan yang dialaminya.” (HR Bukhari, no. 3282)

2. Berdiam diri

Hadis menahan marah

Berdiam diri. Pertama menahan perkataan. Ini akan jadi cara menarik untuk meredam amarah. Ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad,

Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi).

3. Berganti posisi

hadis manajemen marah

Jika marah ketika duduk coba berdiri. Jika berdiri belum hilang rasa marahnya coba jalan. Gerakan badan akan memudahkan rasa marah berkurang.

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Bila salah satu di antara kalian marah saat berdiri, maka duduklah. Jika marahnya telah hilang (maka sudah cukup). Namun jika tidak lenyap pula maka berbaringlah.” (HR. Abu Daud, no. 4782. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

 

4. Berwudhu

hadis tentang anjuran jangan marah

 

Air dingin akan membawa perubahan psikologis. Marah adalah hawa panas, air bisa mendinginkan hawa panas itu. Maka wajar jika nabi menganjurkan berwudhu ketika marah. Dari Athiyyah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu.” (HR. Abu Daud, no. 4784. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

 

5. Mengingat Janji Allah dan Rasul-Nya

hadis soal marah

Janji Allah itu pasti. Dan apa yang disampaikan oleh nabi juga pasti, sebab apa yang dikabarkan beliau adalah wahyu dari Allah Azza Wajalla. Nah, kalau kamu sedang marah, dan sudah lakukan 4 tip sebelumnya tetap tidak bisa, coba deh terapkan tip berikut.

Dari Mu’adz radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Barangsiapa menahan amarahnya padahal mampu meluapkannya, Allah akan memanggilnya di hadapan para makhluk pada hari Kiamat untuk memberinya pilihan bidadari yang ia inginkan.” (HR. Abu Daud, no. 4777; Ibnu Majah, no. 4186. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini sanadnya hasan)

Hadis kedua yang bisa kamu ingat ketika marah.

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang dapat memasukkan dalam surga.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,

Janganlah engkau marah, maka bagimu surga.” (HR. Thabrani dalam Al-Kabir. Lihat Shahih At-Targhib wa At-Tarhib, hadits ini shahih lighairihi).

Nah, kawan nita sekalian, setelah membaca hadits tentang marah, ternyata menahan amarah banyak banget manfaatnya. Sehingga, mulai sekarang mending kendalikan amarah, setuju? semoga bermanfaat.

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca