by

Kultum Singkat tentang Ikhlas: Seorang Muslim Harus Ikhlas

-Tausiyah-60 views

Kultum Singkat tentang Ikhlas – Untuk bisa memberikan wejangan yang mengena, Anda harus membuatnya ringkas namun padat. Dan ini kebiasaan nabi kita Muhammad ‘alaihi Shalatu Wassaalam.  Kali ini, dalam artikel materi Kultum singkat tentang ikhlas, kami coba berikan ulasan ringkas. Selain ada versi text Anda juga bisa mendownload versi PDF, kemudian diprint. Mari kita simak saja!

 

Kultum Ramadhan Singkat Tentang Ikhlas

 

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Tak terasa Ramadhan sudah datang kembali. Saatnya kita muhasabah diri lagi. Salah satunya tentang ikhlas. Ikhlas adalah perkara penting, meski dia amalan hati namun menjadi sebab diterimanya amal ibadah seseorang.

Mengapa Harus Ikhlas? ada banyak sekali dalil tentang ini. Dan beberapa alasan mengapa harus ikhlas ada di bawah ini. Mari kita simak.

1. Jadi Syarat Diterima Amal Ibadah

Ada dua komponen amal ibadah seseorang diterima: Ikhlas dan Mutaba’ah atau mengikuti tuntunan rasulullah. Adapun dalil wajibnya ikhlas dalam ibadah adalah sebagai berikut.

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al Bayyinah: 5)

Ikhlas di sini adalah memurnikan ibadah hanya kepada Allah saja. Dan menjaga ibadah hanya untuk mengharap wajah Allah.

2. Sebab Turunnya Pertolongan Allah

Ikhlas dalam beramal menjadi sebab turunnya pertolongan Allah. Dalam sebuah hadis dinyatakan,

Allah akan menolong umat ini karena sebab orang miskin, karena do’a orang miskin tersebut, karena shalat mereka dan karena keikhlasan mereka dalam beramal.” (HR. An-nsa’i)

3. Definisi khlas Menurut Para Ulama

Para Ulama’ Salaf memiliki definisi berbeda dalam mengartikan ikhlas. Namun intinya sama. Beberapa kalam ulama tersebut sebagai berikut.

Abul Qosim Al Qusyairi mengatakan, “Ikhlas adalah menjadikan niat hanya untuk Allah dalam melakukan amalan ketaatan. Jadi, amalan ketaatan tersebut dilakukan dalam rangka mendekatkan diri pada Allah. Sehingga yang dilakukan bukanlah ingin mendapatkan perlakuan baik dan pujian dari makhluk atau yang dilakukan bukanlah di luar mendekatkan diri pada Allah.”

Abul Qosim juga mengatakan, “Ikhlas adalah membersihkan amalan dari komentar manusia.”

Jika kita sedang melakukan suatu amalan maka hendaklah kita tidak bercita-cita ingin mendapatkan pujian makhluk. Cukuplah Allah saja yang memuji amalan kebajikan kita. Dan seharusnya yang dicari adalah ridho Allah, bukan komentar dan pujian manusia.

Hudzaifah Al Mar’asiy mengatakan, “Ikhlas adalah kesamaan perbuatan seorang hamba antara zhohir (lahiriyah) dan batin.” Berkebalikan dengan riya’. Riya’ adalah amalan zhohir (yang tampak) lebih baik dari amalan batin yang tidak ditampakkan. Sedangkan ikhlas, minimalnya adalah sama antara lahiriyah dan batin.

Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:

Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.

Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.

Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

Sampai di sini kultum yang bisa kami sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga yang ringkas ini bermanfaat dan kalau ada benarnya itu murni dari Allah. Kalau ada salahnya itu karena kelemahan kami. Kita tutup dengan doa kafaratul majelis.

Versi PDF, silakan download di: Kultum Ramadhan Singkat tentang Ikhlas

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca