by

Puasa Ramadhan Hukumnya Wajib, Namun Begini Ketentuannya

Puasa Ramadhan Hukumnya – Puasa Ramadhan hukumnya wajib. Namun meski begitu ada syarat dan ketentuannya. Karena itulah hukum islam sangat memanusiakan manusia. Kawan Nita sekalian, apalabila kalian sedang mencari hukum puasa ramadhan dan dalinya, kali ini akan dibahas mengenai itu.

So, sabar ya. Memahami hukum sebelum bertindak itu bagus. Bahkan dalam islam diwajibkan berilmu sebelum beramal. Jadi, pahami, kaji, renungi dulu sebuah landasan hukum agar kalian selamat ketika mengamalkannya.

Puasa Ramadhan Hukumnya?

Berdasarkan ayat berikut, maka puasa Ramadhan hukumnya wajib. Dan para ulama tidak ada yang berbeda pendapat.

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183)

Namun begitu, wajib dipahami kalau puasa Ramadhan wajib bagi yang mampu dan beragama islam. Karena itulah seorang bayi atau balita tidak diwajibkan puasa. Begitu juga para lansia, orang hamil.

hukum puasa
Image source: Google Image

Dilakukan setahun sekali dalam waktu 29 atau 30 hari. Puasa ini merupakan perintah puasa terlama dibanding puasa sunnah lainnya. Karena puasa bulanan saja minimal 1 hari, atau bahkan 3 hari pada Yaumul Bidh. Namun begitu, setiap ibadah tentu memiliki keutamaan sendiri-sendiri.

Perlu diketahui juga, puasa Ramadhan adalah salah satu dari pilar islam. Sebagaimana sabda nabi dalam sebuah hadis,

“Islam dibangun di atas lima (pilar), Syahadat Lâ Ilâha Illallâh wa Anna Muhammadan ‘Abduhu wa Rasûluhu, mendirikan shalat, me­ngeluarkan zakat, berhaji ke Rumah Allah, dan berpuasa Ramadhan.” (HR. Bukhari Muslim)

Kawan Nita sekalian, sebagai seorang muslimah yang ingin sempurna dalam menjalankan agama, sudah sepantasnya kalian mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa ini.

Syarat dan Ketentuan Puasa Ramadhan

Hukum puasa Ramadhan wajib bagi yang mampu, kriteria mampu adalah sebagai berikut:

  1. Islam
  2. Baligh (dewasa)
  3. Berakal
  4. Dalam keadaan sehat
  5. Dalam keadaan mukim (tidak melakukan safar/perjalanan jauh)

Syarat Sah Puasa Ramadhan

  1. Islam
  2. Mumayiz
  3. Suci dari Haid dan Nifas
  4. Puasa di waktu yang tidak dilarang

Orang yang Boleh tidak Puasa Ramadhan

  • Musafir
  • Hamil
  • Menyusui
  • Sakit keras. Boleh membayar fidyah atau diganti di waktu lain
  • Orang tua yang sudah tidak mampu berpuasa, diganti atau membayar fidyah

Karena wajib, maka membatalkannnya pun harus dengan udzur syari. Sebagai contoh, orang yang lapar di siang hari tidak boleh asal makan, namun harus ada udzur, contohnya jika ia tidak membatalkan puasa ia akan mati, atau bertambah keras sakitnya.

Rukun Berpuasa

  1. Berniat di malam hari.
  2. Menahan semua perkara yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga tenggelam matahari, seperti makan dan minum serta muntah dengan sengaja, bersetubuh, melahirkan atau keluar haid, keluar mani, gila, dan murtad (keluar dari agama Islam) dan sebagainya.

Pahala untuk Orang yang Berpuasa

Setidaknya ada 9 atau bahkan 10 pahala yang disediakan bagi orang yang berpuasa, entah itu sunnah atau Ramadhan. Namun untuk puasa Ramadhan, tentu saja akan semakin besar pahalanya karena itu menjalankan kewajiban. Apa saja pahala itu? simak yuk.

1. Berpuasa Karena Iman akan Diampuni Dosanya

Berpuasalah karena iman dan ihtisab, maka pelakunya akan diampuni dosanya. Hal ini sebagaiaman sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hal mengharap pahola, dosa­-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari Muslim)

2. Dibuka Pintu Surga Ditutup Pintu Neraka

Kebahagiaan orang yang berpuasa Ramadhan, dan orang yang masih bisa melewatinya adalah karena banyak keberkahan. Salah satunya dibukanya pintu surga dan ditutup pintu neraka. Berita mengenai ini sudah disampaikan oleh nabi dalam sabdanya.

“Jika Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surgadibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan syaithan-syaithan dibelenggu.” (HR. Bukhari Muslim)

3.  Dapat Syafaat di Hari Kiamat

Siapa yang ngga butuh syafaat di hari kiamat? puasa dan alquran bisa menjadi syafaat untuk pelakunya. Sebagaimana berita dari nabi ‘alaihi shalatu wassalam.

“Puasa dan Al-Qur`an akan memberi syafa’at untuk seorang hamba pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Rabb-ku, saya telah melarangnya terhadap maka­nan dan syahwat pada siang hari, maka izinkanlah saya untuk memberi syafa’at baginya.’ Al-Qur`an berkata, ‘Saya telah menghalanginya dari tidur malam, maka izinkanlah saya untuk memberi syafa’at baginya.’ (Beliau) bersabda, ‘Maka, keduanya men­dapat izin untuk mensyafa’ati (hamba) tersebut.’.” (HR. Ahmad, Muhammad bin Nash Al-Marwazy, Al-Hâkim, dan selainnya. Dihasankan oleh Syaikh Al-Albany dalam Tamâmul Minnah hal. 394-395)

4. Membawa ke Surga

Mau punya tiket surga dengan mudah? berpuasanya. Karena sebagaimana hadis dari Nasa’i, Ibnu Hibban di bawah ini, puasa bisa menjadi penyebab masuknya seseorang ke surga.

“Wahai Rasulullah, perintahlah saya untuk mengerjakan suatu amalan, yang dengannya, saya dimasukkan ke dalam surga. Beliau bersabda, ‘Berpuasalah, karena (puasa) itu tak ada bandingannya.” (HR. Nasa’i, Ibnu Hibban)

5. Pengugur Dosa

Selain salat, puasa juga bisa jadi kafarah untuk dosa. Dasarnya adalah hadis berikut,

“Fitnah seseorang terhadap keluarga, harta, jiwa, anak, dan tetangganya dapat ditebus dengan puasa, shalat, shadaqah, serta amar ma’ruf dan nahi mungkar.”(HR. Muslim)

6. Pintu Khusus di Surga

Ada pintu khusus untuk orang yang berpuasa namanya Ar-rayyan. Maka, jika Kawan Nita ingin masuk surga dengan pintu ini, cobalah perbanyak berpuasa. Semoga Allah memasukkan kita ke surga dari sini.

“Sesungguhnya, di surga, ada pintu yang dinamakan Ar­-Rayyân. Orang-orang yang berpuasa akan masuk melaluinya pada hari kiamat. Tidak ada seorang pun yang melewatinya, kecuali mereka. Dikatakan, ‘Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Lalu mereka memasukinya. Jika (orang) terakhir dari mereka telah masuk, (pintu) itupun dikunci sehingga tidak ada seorang pun yang melaluinya.” (HR. Bukhari Muslim)

7. Ampunan dan Pahala Besar Karena Mengerjakan Amal Shaleh

Lelaki maupun wanita akan mendapatkan pahala besar serta ampunannya ketika beramal shaleh. Puasa adalah salah satu amal shaleh, sehingga Kawan Nita, jika kalian mengerjakannya akan dapat janji Allah. Dalam surat al-ahzab Allah berfirman,

“….Allah telah menyediakan, untuk mereka, ampunan dan pahala yang besar.” [Al-Ahzâb: 35]

8. Tameng dari Api Neraka

Dalam sebuah hadis disebutkan, bahwa puasa adalah tameng. Dan juga anjuran jika sedang berpuasa banyaklah beramal shaleh.

“… dan puasa adalah tameng. Bila salah seorang dari kalian berada pada hari puasa, janganlah ia berbuat sia-sia dan janganlah ia banyak mendebat. Kalau orang lain mencercanya atau memusuhinya, hendaknya ia berkata, ‘Saya sedang berpuasa.’.” (HR. Bukhari Muslim)

9. Pengendali Syahwat

Perintah nabi bagi pemuda yang belum bisa menikah adalah berpuasa. Kenapa? karena dengan berpuasa ia bisa mengendalikan syahwatnya.

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian yang mampu menikah, hendaklah ia menikah karena hal tersebut lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan, dan barangsiapa yang belum mampu, hendaknya ia berpuasa karena sesungguhnya (puasa itu) adalah pemutus syahwatnya.” (HR. Bukhari Muslim)

10. Bau Mulutnya akan Diganti Wangi Kasturi

Ngga makan seharian, pasti lambung bermasalah. Dan bau mulutnya akan jadi busuk. Namun, percayakah Kawan Nita sekalian bahwa bau mulut itu, kelak akan berubah sewangi kasturi. Setidaknya itulah yang diberitakan dalam hadis di bawah ini,

“Setiap amalan Anak Adam, kebaikannya dilipat­gandakan menjadi sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa. Sesung­guhnya, (amalan) itu adalah (khusus) bagi-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya karena (orang yang ber­puasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku.’ Bagi orang yang berpuasa, ada dua kegembiraan: kegembiraan ketika dia berbuka puasa dan kegembiraan ketika dia berjumpa dengan Rabb-nya. Sesung­guhnya, bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau kasturi.” (HR. Muslim)

Nah, kawan Nita sekalian, itulah sedikit ulasan mengenai puasa Ramadhan hukumnya apa, syarat dan ketentuannya serta keutamaan orang yang berpuasa. Semoga artikel ringkas ini bermanfaat untuk kalian semua. Sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang. Salam.

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca