by

Ternyata Ini Makna Puasa Sebelum Shalat Idul Adha yang Sebenarnya

Puasa Sebelum Shalat Idul Adha – Sering kita dengar istilah untuk berpuasa sebelum shalat idul adha. Meski sebenarnya maknanya adalah tidak makan dan minum sampai selesai salat saja. Namun sepertinya di beberapa tempat istilah itu sudah mengakar.

Nah, apa sih sebenarnya yang dimaksud puasa sebelum shalat idul adha ini? kita simak uraian ringkas berikut yuk. Pastikan menyimak semuanya.

Ibnu Qudamah mengatakan,

“Imam Ahmad berkata: “Saat Idul Adha dianjurkan tidak makan hingga kembali dan memakan hasil sembelihan qurban. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dari hasil sembelihan qurbannya. Jika seseorang tidak memiliki qurban (tidak berqurban), maka tidak masalah jika ia makan terlebih dahulu sebelum shalat ‘ied.” (Al Mughni, 2: 228)

Ada anjuran dari Rasulullah agar tidak makan dan minum sebelum shalat. Sampai kapan? sampai selesai salat, dan masuk waktu disembelihnya hewan kurban. Berikut hadis tersebut.

Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan beliau makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, beliau tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied baru beliau menyantap hasil qurbannya.” (HR. Ahmad 5: 352.Syaikh Syu’aib  Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Makna Puasa Sebelum Shalat Idul Adha

Berdasarkan keterangan dari Nabi dan ulama di atas, kita tahu kalau yang dimaksud bukanlah puasa. Sebab puasa pada hari raya hukumnya haram.

Akan tetapi, berdasarkan keterangan dari Ibu Qudamah di atas, dan juga Ibnu Hazm di bawah ini, sunnah tidak makan sebelum salat idul adha hanya berlaku bagi yang hendak berkurban.

Jika tidak memiliki hewan sembelihan, maka tidak berlaku hukum tersebut padanya. Itu menurut pendapat dari Ibnu Qudamah dan Ibnu Hazm.

Berkata Ibnu Hazm

“Jika seseorang makan pada hari Idul Adha sebelum berangkat shalat ‘ied di tanah lapang (musholla), maka tidak mengapa. Jika ia tidak makan sampai ia makan dari hasil sembelihan qurbannya, maka itu lebih baik.  Tidak boleh berpuasa pada hari ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) sama sekali.” (Al Muhalla, 5: 89)

Sudah paham bukan? jadi beda ya, antara menahan makan dan berpuasa. Berpuasa ada syarat tertentu. Sedangkan menahan makan bisa jadi hanya karena belum ada makanan. Tapi dalam kasus ini menahan makan dan minum untuk mereka yang hendak berkurban.

Semoga artikel ringkas ini bermanfaat untuk kalian semua. Jangan lupa untuk klik share dan sampai jumpa pada kesempatan yang akan datang. Salam.

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca