by

Yuk Kenalkan Balita pada Allah Sejak Dini dengan Metode Parenting Role Playing Game

-Tarbiah-41 views

Inspiranita.com – Usia 0-10 tahun adalah usia emas. Saat inilah pendidikan seharusnya diterapkan dengan baik. Namun, mendidik pada usia ini tidak mudah. Sebab di saat inilah orang tua harus mengangkat dan menumbuhkan akal untuk anak. Makanya metode mendidik harus dipakai.

Di sisi lain, sebagai seorang muslim, mengenalkan anak pada Allah dan tauhid menjadi kewajiban pertama. Nah, jika kawan Nita, sedang mencari metode pendidikan anak usia dini, ulasan kali ini bisa dicoba kok. Penasaran? simak segera yuk.

Mengenal Metode Pendidikan Role Playing Game

Dengan mudah metode ini bisa disebut pendidikan berperan. Iya, karena seperti arti secara tekstualnya, bahwa role playing game adalah permainan berperan. Mendidik dengan metode ini pun mudah. Singkatnya seperti bermain opera. Namun kamu harus memberikan selling point.

Dikutip dari laman wikipedia,

Permainan bermain peran (bahasa inggris: role-playing game atau disingkat RPG) adalah sebuah permainan di mana pemainnya memainkan peran karakter dalam latar fiksi. Pemain bertanggung jawab untuk memerankan peran ini dalam sebuah narasi, baik dengan melakukan akting, melalui proses pengambilan keputusan yang terstruktur, atau pengembangan karakter. Tindakan yang diambil saat memerankan peran dapat dikatakan benar atau salah tergantung pada sistem aturan dan pedoman yang formal.

Nah, sebagai contoh permainan peran mengenai kisah sahabat nabi. Seorang ibu harus pandai mengajari anak dialog, sekaligus memahamkan anak mengenai siapa sih dia, siapa penciptanya. Mudah banget. Kalau lebih mudahnya lagi, Parenting RPG adalah mendidik melalui seni lakon.

Dengan Parenting RPG ini, seorang anak akan lebih mudah menyelami ibroh. Karena dia dituntut untuk memahami karakter melalui permainan ringan. Selling point di sini, memberikan parenting RPG untuk anak sangat pas. Karena dunia anak adalah dunia meniru, bukan menalar.

Contoh Penerapan Parenting Role Playing Game di Masa Pandemi Korona

Sang ibu memberikan pengertian ringkas mengenai Korona. Tidak usah dengan dalil muluk-muluk. Namun ringkas saja, misal dengan dialog begini,

“Nak, Korona adalah mahluk Allah, yang diciptakan untuk menguji manusia agar; suka menjaga kebersihan, suka salat, suka berbagi….. bla bla…”

Lalu, orang tua harus bisa memberikan selling point berupa tantangan,

“Korona itu ada. Dia di sekitar kita. Korona akan datang dan menyerang, kita hanya bisa mengalahkan Korona kalau kita bisa menjadi “orang bersih dan peduli.”

Selain itu, berikan simbologi mengenai Korona agar anak lebih mudah memahami.

Lalu, ajak anak bermain tentang lakon Korona dan superhero bernama “Orang Bersih.”

Bagaimana cara menerapkan lakon itu?

  • Pertama dengan mengajarkan cuci tangan
  • Kedua finding Korona, yakni mencuci dan membersihkan rumah
  • Ketiga Melawan Korona, yakni dengan memakai masker ketika keluar rumah

Dengan seperti itu, Anak-anak diberikan edukasi namun serasa bermain. Ini akan lebih berefek kepada anak daripada sekedar marah, memukul, melarang. Tertarik dengan metode ini, Bunda Kawan Nita? simak terus update dari kami. (Redaksi Khusus)

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...