by

Benarkah Skin Barrier adalah Pelindung Kulit? Cek Faktanya

Skin barrier adalah pelindung kulit. Karena pada kenyataannya kulit memiliki beberapa lapisan. Sehingga, skin barrier adalah kulit terluar dari bagian kulit. Diaa bisa rusak, bsa kering. karena dia adalah ibarat batu bata datar yang ada pada bangunan.

Ibaratnya batu bata, maka seiring dengan waktu yang berjalan dia bisa luntur, rusak, bahkan karena sering terkena sinar matahari menjadi terkelupas. Oleh karena itu, wajib bagi kita menjaganya dengan baik.

Di era pandemi ini, istilah tersebut mencuat. Bahkan menjadi perbincangan hangat di masyarakat. Lalu apa sebenarnya skin barrier dan apa saja faktanya?

Bunda Nita sekalian, sebagai mahluk yang memiliki feeling kuat soal kecantikan, ngga heran kalau harus lebih memahami tentang kulit.

Terlebih bagi yang sering bersentuhan langsung dengan sinar matahari, debu. Dan kali ini, ada beberapa fakta mengenai Skin barrier adalah pelindung kulit luar yang harus dijaga dan dilindungi. Mari kita simak.

Skin Barrier adalah?

Pada dasarnya kulit kita terdiri dari beberapa lapisan yang berbeda, dan skin barrier (atau juga disebut moisture barrier) adalah lapisan kulit terluar.
Sehingga skin barrier adalah lapisan kulit yang paling tebal, berada di luar tubuh.

Karena sering berhadapan dengan matahari, debu, dan air, wajar jika dia bisa rusak. Kulit kering adalah yang paling sering terjadi.

Baca Juga: 5 Face Wash untuk Kulit Kering Harga di Bawah 50 Ribu

Makanya kaum Hawa, sebagai mahluk yang paling peduli dengan kecantikan, harus paham dengan ini.  Skin barrier yang rusak, bisa dilihat dengan kasat mata.

Jika skin barrier rusak, Bunda Nita bisa melihat tandanya dengan jelas. Beberapa fakta berikut, semoga bisa membantu. Mari kita simak.

Fakta-fakta Skine Barrier

 

1. Skin Barrier bisa Rusak

Skine barrier adalah
Contoh skin barrier yang rusak. Image source: beautyhaul.com

Pengupasan minyak kulit adalah penyebab terbesar rusaknya skin barrier. Dan penyebabnya beragam, namun di zaman sekarang sebab terbesarnya lebih pada penggunaan obat luar.

Jika rusak, maka skin akan berkerut, kering dan semisalnya. Selain itu, kurangnya cairan pada tubuh juga bisa mengakibatkan kerusakan.

Jadi, cara terbaik adalah dengan memahami apa saja obat, kosmetik yang bisa mengakibatkan iritasi, dehidrasi atau semisalnya.

Salah satu ciri kerusakan adalah munculnya jerawat pada kulit wajah.

2. Tanda-tanda Kerusakannya Sering Diabaikan

ciri ciri kulit rusak
Contoh kerusakan skin Barrier. Image source: Google

Kadang tetiba terjadi iritasi pada kulit akan terlihat, seperti kulit menjadi kemerahan, tekstur bersisik, rasa gatal, dan peradangan. Kita jarang perhatian, bahkan sering mendiamkan. Padahal semua itu tanda-tanda rusaknya skin barrier.

Rasa perih ketika menggunakan cleanser atau kosmetik adalah tanda kerusakan lain yang sering diabaikan juga.

Nah, mulai sekarang hati-hati. Jangan sembarangan memakai kosemtik.

3. Cara Memperbaiki Skin Barrier Rusak Sangat Mudah

treatmen skin barrier rusak

Seorang pakar kecantikan dan kesehatan kulit mengatakan, jika terjadi kerusakan skin barrier, biarkan dia mengobati diri sendiri. Bahkan hindari riasan, kosmetik untuk sementara waktu. Cukup dengan konsumsi bahan makanan bergizi.

Salah satunya dengan melembabkan kulit. Bisa konsumsi niacinamide, asam hialuronat, ceramides, kolesterol, beta-glukan, natrium PCA, squalane, dan centella asiatica

Makanya lindungi skin barrier dengan baik. Caranya dengan berhati-hati terhadap penggunaan kosmetik. Pastikan bahan yang ramah kulit dan tidak menyebabkan iritasi.

Nah, sekarang sudah paham bukan skin barrier adalah pelindung kulit? kalau sudah paham, harusnya ngerti dong cara merawatnya. Jangan lagi pakai sembarangan kosmetik. Pokoknya cari yang aman. Murah belum tentu bagus, begitu juga mahal belum tentu aman. Tapi kalau berkualitas pasti aman. Selamat mencoba.

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Rekomendasi Pembaca