by

Unconditional Love: Percaya untuk Menang

-Tausiyah-16 views

Dalam KBBI, mandat artinya arahan yang diberikan oleh orang banyak. Contohnya, “Presiden menjalankan mandat dari rakyat.” Kata-kata ini mungkin sering kita dengar. Lalu, apa hubungan antara mandat dan pendidikan. Terlintas dalam pikiran saya hadis berikut.

“Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi. Sebagaimana permisalan hewan yang dilahirkan oleh hewan, apakah kalian melihat pada anaknya ada yang terpotong telinganya?” (HR. Bukhari Muslim)

Allah memberikan mandat kepada orang tua, untuk mengurus anak. Namun, kadang orang tua menyalah gunakan mandat tersebut. Harusnya anak diajarkan agama, justru diajarkan ilmu dunia saja. Sehingga, nantinya seperti apa besarnya si anak, orang tua yang berperan menjadikannya begitu. Banyak yang lahir dari keluarga menengah kebawah. Dalam bahasa kerennya, “Keluarga miskin”. Namun kemudian bisa sukses soal harta dan posisi dunia. Namun sedikit sekali yang memahami agama. Padahal agama adalah hakikat kita hadir di alam semesta ini.

Ketika saya menyebutkan nama Bill Gates apa yang terlintas dana pikiran Anda? orang terkaya di duniakah? Sama dengan saya. Saya punya begitu.

Jarang yang mau tahu kalau nilai akademis dia buruk. Tapi, ia berusaha untuk menguatkan non-akademis. Akibatnya. Banyak yang mengira ia kuliah, bahkan tak sedikit mengatakan ia. Buslhit. Ia  hanya mahasiswa kampus STPIH.

Di Amerika Serikat dan negara barat, pendidikan dunia menjadi sebuah kewajiban. Pernah seorang teman dari Belanda mengatakan, kalau di Eropa krisis agama. Banyak gereja yang dijual kepada pemeluk agama lain.

Mungkin Anda akan bertanya apa tujuan mereka, beragama? Muslim diajarkan bahwa dunia adalah penjara. Bukan surga. Makanya di sinilah kita harus paham bagaimana menjalankan mandate. Sebab jika Anda seorang ibu, mandate yang Anda terima bukan Cuma mendidik anak, namun juga Anda mendapatkan mandate untuk menjadi pribadi yang memiliki amalan terbaik.

Bill Gates adalah salah satu dari sekian anak yang dibentuk dengan mandate enterprenuer yang kuat. Saking kuatnya ia bisa menjadi miliarder di usia 22 tahun. Dan kemudian meraih gelar Doktor tanpa susah payah, karena ia mendapatkan penghargaan. Bicara soal mandate dan percaya diri akan kemenangan,  saya teringat pada kisah Abdurahman bin Auf, salah satu sahabat nabi.

Ia adalah contoh teladan akan kekuatan percaya diri, dan kemenangan. Sahabat Nabi Muhammad Salallahu ‘alaihi wassalam, Abdurahman bin Auf, mungkin tidak akan jadi miliarder jika tidak percaya untuk menang. Karena kemenangan hanya akan didapatkan jika kita yakin. Yakin, percaya dengan kekuatan Allah. Allah Maha Kaya, sedangkan kita miskin. Allah Maha Kuat, sedangkan kita lemah. Allah bahkan menyelesaikan masalah kita, sebelum kita meminta. Allah menyelesaikan masalah kita tanpa tidur, sedangkan kita bisa tidur nyenyak ketika sedang ditempa masalah.

Islam pada awal muncul, adalah agama asing. Di Makkah ketika itu, hampir semua masyarakatnya menyembah patung. Islam datang, tentu saja menjadi ancaman. Dan masa berlalu, Nabi mengajak sahabatnya untuk hijrah ke Madinah. Semua harta dipaksa untuk ditinggal. Abdurahman bin Auf salah satunya. Semasa di Makkah beliau adalah hartawan, tapi pilihan yang sulit. Tinggalkan harta atau nyawa.

Beliau hijrah ke Madinah hanya dengan kain yang menempel di badan. Tidak tahu daerah tersebut, tidak ada kenalan. Tidak ada duit meski serupiah. Keyakinan besar membawanya kepada sebuah strategi mencari penghasilan. Padahal nabi mempersaudarakannya dengan sahabat dari Madinah. Abdurahman menolak. justru dia hanya meminta diajak ke pasar.

Di pasar, Abdurahman datang ke seorang beragama Yahudi yang jualan cangkul. Kemudian beliau meminta izin agar bisa membeli dengan cara tempo. Dari sinilah semuanya berkembang. Hingga beliau menjadi miliarder bertangan emas.

Kisah ini, sekaligus menjelaskan bahwa dalam islam, modal utama dan pertama untuk berdagang bukanlah uang. Tapi skill. Jika kita punya skill, tawarkan kepada orang yang cocok. Atau jika kita punya skill, kita akan dihargai orang. Berbeda dengan orang yang tidak punya skill. Dia akan merasa susah, dan mengandalkan pinjaman bank yang notabene Riba.

Di Indonesia, Andrea Hirata adalah novelis hebat dan besar.  Ia bukanlah mahasiswa sastra. Ia juga tidak ada latar belakang pendongeng atau akademis yang baik. Namun, ia menghasilkan judul buku yang semuanya best seller.

Berawal dari keinginan menulis kisah sebagai penghargaan untuk gurunya di masa lalu, Andrea menjadi novelis nomor 1 Indonesia. Apa bekalnya? Ia hanya berbekal dengan keyakinan dan percaya bahwa Allah akan memberikan kemudahan. Sudah. Titik. O, ya, dari semua judul buku Andrea, hampir semuanya dijual dan diterbitkan secara internasional keren kan?

Saya yakin Anda juga bisa, meski Anda seorang ibu rumah tangga. Atau Anda seorang gadis yang sedang menemnpuh kuliah kedokteran . Yang perlu Anda lakukan hanya aksi. Iya, menjalankan aksi tanpa bicara dua kali. Setidaknya, dengan tanpa berfikir panjang, Andrea Hirata berhasil sampai di sini. Sebagai penulis dengan banyak karya. Nah, jika Anda ingin tahu salah satu bekal para muslim milkiarder sukses, simaklah ayat berikut ini.

Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merobah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, Maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (QS. Ar-raad:11)

Penulis: Admin

Gravatar Image
Penyuka makanan pedas dan seorang ibu rumah tangga anak dua. Sedang belajar menulis cerita yang baik dan benar. Lulusan Teknik Informatika UNSIQ Wonosobo. Sedang menekuni belajar bahasa Indonesia dan tata bahasa...

Comment

Rekomendasi Pembaca